<div style='background-color: none transparent;'></div>

World News

Entertainment

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Alasan Presiden SBY Beri Gelar Pahlawan Bung Kepada Soekarno-Hatta

Selasa, 06 November 2012


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden dan Wakil Presiden pertama RI Soekarno-Hatta. Gelar pahlawan nasional kepada dua bapak proklamator itu dilakukan di Istana Negara, Hari ini, Rabu (7/11/2012). Penghargaan gelar pahlawan ini diterima pihak keluarga Soekarno diwakili Guntur Soekarnoputra, sementara pihak keluarga Muhammad Hatta diwakili oleh Meutia Hatta.

Dalam sambutannya, Presiden SBY memaparkan alasannya memberikan gelar pahlawan nasional kepada dua tokoh bangsa itu.

"Pada hari ini, selaku Presiden dan mewakili atas nama pemerintah dan negara, atas dasar syukur dan hormat menganugerahkan Bapak Soekarno dan Bapak Muhammad Hatta yang lebih lekat di hati kita dengan panggilan Bung Karno dan Bung Hatta. Keduanya adalah putra-putra terbaik bangsa yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk mewujudkan Indonesia merdeka," ujar Presiden Yudhoyono, Rabu, di Istana Negara.

Presiden melanjutkan, sosok Bung Karno dan Bung Hatta adalah lambang dan sumber inspirasi perjuangan seluruh bangsa Indonesia di seluruh pelosok negeri. "Mereka pula adalah tokoh yang membangkitkan dan menyatukan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan tetes darah, harta dan jiwa. Perjuangan ini terus terpatri di lubuk hati paling dalam," kata Presiden Yudhoyono.

Selain itu, Presiden juga menyoroti sosok Bung Karno dan Bung Hatta yang berperan penting dalam menciptakan gagasan dan pemikiran bangsa yang akhirnya dijadikan menjadi landasan konsititusional Republik Indonesia yakni Undang-undang Dasar 1945.

"Gagasan tentang Indonesia yang tengah diwujudkan pada banyak pemikiran merupakan pesona yang tidak mudah dibandingkan," ujar Presiden.

Perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta, lanjut Presiden, juga mencerminkan cita-cita besar rakyat Indonesia. Keduanya telah mengantarkan bangsa ini memiliki gagasan besar seperti ideologi Indonesia, sistem kerayatan, koperasi, dan lainnya.

"Mereka sumber atas keagungan cita-cita bangsa, yang secara bersama mereka menjadi sumber abadi yang memelihara ingaran kolektif kita sebagai bangsa walaupun berbeda tapi sudah bertekad untuk bersatu dalam sangsaka Merah Putih," ujar Presiden.(Kompas.com)
Continue Reading | komentar

Ini Dia Latar Belakang Terjadinya Bentrok Dua Desa di Lampung

Sabtu, 03 November 2012

Jekethek.Blogspot.com :Pihak keluarga gadis yang diduga menjadi korban pelecehan sehingga memicu bentrokan antarwarga, justru menyesalkan sampai terjadi bentrok warga Desa Agom, Kalianda dan sekitarnya dengan Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini, urusan yang seharusnya bisa diselesaikan antar keluarga, malah jadi runyam, kita semua dirugikan akibat bentrok ini," kata Rohaimi (60), ayah gadis yang disebut-sebut sebagai korban tindakan pelecehan seksual, saat ditemui Antara kediamannya Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu.

Peristiwa dialami kedua gadis itu, kemudian menyebarluas sebagai tindak pelecehan seksual, diduga memicu amarah massa sehingga berkumpul dan melakukan penyerangan hingga bentrokan berdarah tak terhindarkan lagi.

Rohaimi mengaku terkejut dengan pemberitaan media massa yang menurutnya justru makin memperuncing keadaan.

Ia menuturkan, awal mula kejadian, anak gadisnya itu bersama keponakannya yang juga wanita, berangkat ke Pasar Desa Patok di Kecamatan Waypanji untuk membeli sesuatu.

"Saat dalam perjalanan, menurut anak saya, ada sekitar 10 pemuda yang menggunakan sepeda mengganggunya hingga dia terjatuh karena satu sepeda menghadang motor yang dinaiki kedua gadis itu," ujar dia.

Selebihnya, karena kondisi korban luka-luka saat dibawa berobat ke bidan kampung setempat, disarankan agar kedua gadis tersebut dirawat di rumah sakit terdekat.

"Yang namanya masuk rumah sakit perlu biaya, jadi saya rundingan sama lurah setempat, untuk menemui pihak keluarga pemuda dari kampung tetangga untuk mempertanggungjawabkan biaya pengobatan anak saya dan keponakan itu," kata dia.

Dia juga menegaskan, tidak ada pengakuan dari anak gadisnya itu bahwa dia telah menjadi korban yang mendapatkan perlakuan pelecehan seksual.

"Saya menyesalkan kejadian ini, mengapa hal sepele seperti itu bisa menjadi besar. Bukan saya gembira, kalau pertanggungjawaban itu sepakat saya sudah senang, tapi kenyataannya menjadi besar seperti ini," kata dia lagi.

Ia mengaku, kini menjadi tidak nyaman menjalankan hari-hari kehidupannya usai konflik antarwarga beberapa desa itu.

Dia semestinya sudah bisa kembali berusaha, menggarap sawah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya, bahkan mencari biaya untuk perawatan anak gadisnya di rumah sakit tersebut.

Namun, justru keadaan menjadi semakin keruh.

"Makanya saya berharap sama media-media ini, terbitkanlah dan mengeluarkan fakta yang sesungguhnya, jangan ditambah-tambah, karena hal itu menambah suasana semakin meruncing," kata dia lagi.

Dia berharap terjalin kembali kerukunan antara warga Balinuraga dan Desa Agom serta daerah sekitarnya seperti sebelumnya.

"Dahulu tidak ada masalah, anak-anak bisa bebas saling melintasi antardesa, bahkan ketika warga dari Balinuraga membeli janur untuk peribadatan mereka, kami mencarikannya, itu tidak ada masalah. Tapi kenapa sekarang seperti ini kejadiannya, sungguh saya sangat menyesalkan," kata dia lagi.( Merdeka.com)
Continue Reading | komentar

Ini Dia 10 Inisial Oknum DPR yang diduga Memeras BUMN

Kamis, 01 November 2012

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku telah mengantongi sekitar 10 nama Anggota DPR yang pernah meminta ‘upeti’ ke perusahaan plat merah. Namun begitu, Dahlan baru akan membuka identitas mereka jika DPR meminta secara resmi.
‘’Saya punya list-nya, nggak sampai 15, sekitar 10 oranglah,’’ ujar Dahlan saat ditemui di kantor pusat PT Permodalan Nasional Madani (PMN) kemarin.
Setidaknya 10 nama itulah yang diketahui pernah meminta jatah kepada Direksi BUMN. Sayang, Dahlan menolak mengungkapkan nama-nama oknum anggota DPR yang bertindak seperti preman Senayan itu.

Sehari sebelumnya, Dahlan mengaku sudah menanyai satu-persatu Direksi BUMN, dan ternyata banyak yang pernah 'dipalak' oknum anggota DPR. Dia mengaku siap membuka nama-nama oknum anggota DPR itu kalau diminta resmi oleh DPR. ‘’Saya sebut saja itu oknum DPR, meskipun mungkin jumlahnya banyak,’’ katanya sambil tersenyum.

Dia menilai, aksi oknum anggota DPR itu sudah tidak tahu malu karena tega meminta BUMN yang tidak memiliki uang. Lucunya, oknum anggota DPR itu bahkan memberi alternatif lain.
‘’Vendor (rekanan BUMN) saja yang bayar, nanti baru BUMN bayar ke vendor. Jadi oknum itu ngajari Direksi. Itu kan menunjukkan kalau dia ngebet banget dapet uang,’’ cetusnya.
Sementara itu, disaat hubungan BUMN dan DPR memanas, kemarin beredar pesan singkat (SMS) yang berisi inisial nama-nama anggota DPR yang pernah memeras BUMN. Namun Dahlan membantah jika informasi itu datang dari BUMN. ‘’Nggak mungkinlah BUMN yang menyebarkan itu. Nggak usah ditanggapi yang begitu,’’ tegas Dahlan singkat.

SMS gelap yang beredar tersebut menyebutkan 18 inisial anggota DPR yang dianggap melakukan pemerasan terhadap BUMN. Isi SMS tersebut adalah : ‘’Ini Inisial Anggota DPR RI yang memeras BUMN: AK, IM, SN, NW, BS (Golkar) PM, EV, CK (PDIP) AR, IR, SUR (PKS) FA (HANURA) ALM, NAS, (PAN) JA, SG, MJ (PD) MUZ (GERINDRA) Info: Humas BUMN.’’
Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi langsung membantah keras SMS yang isinya menyebutkan inisial oknum anggota DPR tersebut.

‘’Humas (BUMN) tidak pernah menyebar inisial nama anggota dewan pemeras BUMN termauk fraksinya. Itu nggak benar, kita nggak pernah menyebarkan SMS,’’ katanya
SMS gelap ini bahkan telah sampai ke Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima, yang langsung menelepon dirinya untuk meminta klarifikasi.
‘’Aria Bima menelepon saya mendapat SMS yang menyampaikan bahwa Humas BUMN mengeluarkan nama dan inisial itu. Kami (Humas BUMN) kaget dan shock. Kita nggak pernah mengeluarkan daftar seperti itu,’’ tukasnya
Humas BUMN, Rudi Rusli menilai SMS itu hanya untuk memperkeruh hubungan dengan DPR. Dia menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.

‘’Itu SMS rumor atau SMS gelap. Masak nulisnya Humas BUMN, bukan Humas Kementerian BUMN. Nggak ngerti juga si pembuat SMS gelap itu nama instansi Kementerian BUMN,’’ jelasnya.
Terpisah, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) di DPR, mendukung penuh upaya Dahlan Iskan untuk mengungkap oknum DPR pemeras BUMN. Termasuk, tiga orang kader partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang diduga terlibat.

Ketua F-PD, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan tidak akan melindungi kadernya jika benar-benar terlibat dalam pemerasan. ‘’Kami akan dukung Dahlan Iskan untuk mengungkapkan setuntas-tuntasnya masalah ini. Kalau memang ada oknum dari DPR, sebutkan dan jelaskan,’’ kata Nurhayati kepada wartawan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (30/10).
Dia menegaskan, sekarang ini sudah era keterbukaan. Karenanya, Nurhayati mendorong Dahlan Iskan sebutkan saja nama-nama oknum Anggota DPR itu. ‘’Kalau perlu lapor langsung ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),’’ tegasnya.
Dia menambahkan, Dahlan sebagai pembantu presiden tidak perlu berlarut-larut dalam masalah ini. Untuk itu ia berharap Dahlan bisa mengungkap masalah ini supaya tidak menjadi polemik berkepanjangan di publik.

‘’Kasihan masyarakat sudah mendengar yang benar dan yang tidak. Ini sudah menjadi rahasia umum perlu diklarifikasi dengan jelas. Pemerasan (merupakan) tindak pidana harus dilaporkan kepada polisi. Dahlan Iskan harus segera mengungkapkan dan kami mendukung upaya penyehatan dan kebersihan BUMN,’’ ungkap dia.
Continue Reading | komentar

Ini Dia Kronologis Kasus Novel Versi KPK

Minggu, 07 Oktober 2012

Jekethek.Blogspot.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim investigasi yang menelusuri sejauh mana keterlibatan penyidiknya, Komisaris Novel Baswedan, dalam kasus dugaan penganiayaan berat tersangka pencurian sarang burung walet seperti yang dituduhkan Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu.

Dari penelusuran tim tersebut, KPK menemukan sejumlah fakta mengenai kasus itu yang berbeda dengan kepolisian. Juru Bicara KPK Johan Budi, dalam konferensi pers, Minggu (7/10/2012) malam, mengatakan, hasil investigasi sementara menemukan bahwa peristiwa dugaan penganiayaan seperti yang dituduhkan Polri itu terjadi pada Februari 2004.

Saat kejadian itu, kata Johan, Novel yang ketika itu menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu sedang berada di kantornya. "Malam kejadian, sekitar Februari 2004 itu sedang berada di kantor Kasat Reskrim saat itu," jelas Johan.
Malam itu, lanjut Johan, Novel mendapat laporan dari anak buahnya yang mengatakan ada pencurian sarang burung walet di Bengkulu. Novel pun menindaklanjuti informasi tersebut dan mengirim anak buahnya ke tempat kejadian perkara (TKP). "Selaku Kasat, Novel yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan anak buahnya," ujar Johan.
Dari informasi anak buah Novel di TKP, diketahui kalau si pelaku pencurian sarang burung walet itu terjebak di dalam gedung dan hampir diamuk massa. Novel pun, lanjut Johan, memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan tersangka itu dari amukan massa tersebut. "Lalu tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolresta Bengkulu," kata Johan.

Kemudian, katanya, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap para tersangka, tim yang dibentuk Novel melakukan pengembangan perkara dengan membawa tersangka ke lokasi perkara, di sebuah bangunan di dekat pantai. Pada saat tersangka dibawa ke sana, kata Johan, terjadi kekisruhan. "Kemudian enam tersangka itu mengalami luka tembak," katanya.
Terhadap kejadian itu, Novel pun mendapat laporan dari anak buahnya. Novel kemudian memerintahkan anak buahnya membawa tersangka yang terluka itu ke rumah sakit terdekat. "Keesokan harinya, dari enam ini, ada satu yang meninggal dunia," tambah Johan.

Selanjutnya, peristiwa pencurian sarang burung walet itu dilanjutkan hingga proses persidangan. Sementara terkait insiden kericuhan yang mengakibatkan enam pencuri ini ditembak, penyidik dari Reserse Kriminal Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kode etik terhadap penyidik-penyidik yang diduga melakukan penembakan tersebut.
"Nah, saudara Novel selaku Kasat Serse waktu itu ikut tanggung jawab. Novel juga dilakukan pemeriksaan kode etik karena dia Kasat Reskrim-nya," ucap Johan.
Dari hasil pemeriksaan kode etik tersebut, Novel pun dikenai sanksi berupa teguran. Setelah insiden itu, Novel masih dipercaya sebagai Kasat Reskrim di Polres Bengkulu hingga Oktober 2005. Baru pada 2006 Novel bergabung dengan KPK sebagai penyidik.

"Dia juga diusut dan sudah ada keputusan, dua teguran, sehingga jabatan Kasat Reskrim itu masih dijabat Novel sampai Oktober 2005, bahkan Novel lulus seleksi di pendidikan PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) Jakarta," ungkap Johan.
"Perlu disampaikan ini hasil investigasi kita terhadap sangkaan yang disampaikan Polri. Tim kita sudah turun beberapa waktu lalu mencari informasi-informasi," tambah Johan.
Namun, lanjutnya, yang terjadi sekarang polisi membuat laporan pengaduan masyarakat terhadap Novel. Laporan tersebut, menurut KPK, dibuat pada 1 Oktober 2012 atau empat hari sebelum Polda Bengkulu menggeruduk Gedung KPK untuk menangkap Novel.
"Baru beberapa waktu lalu laporan terhadap saudara Novel yang terjadi delapan tahun silam, dibuat 1 Oktober dengan nomor laporan 1285/11/2012/SPKT," ungkap Johan. Laporan inilah yang dijadikan Polda Bengkulu sebagai dasar penyidikan kasus Novel.

Direktur Kriminal Umum Polda Bengkulu Komisaris Besar Dedy Irianto sebelumnya mengatakan bahwa kasus delapan tahun yang menimpa Novel itu diusut karena ada laporan masyarakat. "Ada laporan keberatan dari masyarakat. Kapan saja bisa kami proses sepanjang belum kedaluwarsa," katanya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Polda Bengkulu menerima laporan dari tersangka yang menjadi korban penembakan delapan tahun silam itu. Kepolisian juga mengklaim telah menerima laporan dari korban tersebut pada Agustus lalu. Sumber : Kompas.com
Continue Reading | komentar

Ini Dia Kronologis Tabrakan Maut Kapal Ferry dengan Tengker di Selat Sunda

Rabu, 26 September 2012

Tabrakan maut antara KM Ferry Bahuga Jaya dengan Kapal Tengker.  Humas PT ASDP Indonesia Ferry Mario S Utomo mengatakan, kejadian itu terjadi sekira pukul 04.48 WIB.

“KM Bahuga Jaya saat itu berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni sekira pukul 03.00 WIB. Lalu kita dapat informasi tabrakan sekira pukul 04.48 WIB di dekat Pulau Rimau Balak, Lampung Selatan,” kata Mario kepada Okezone, Rabu (26/9/2012).

Sekira pukul 05.30, lanjutnya, kapal sudah dalam keadaaan miring. Bala bantuan pun dikirimkan untuk melakukan evakuasi. Mario juga mengatakan diperkirakan kini kapal tersebut sudah tenggelam.

Mario mengatakan, kecelakaan ini murni karena tabrakan. Namun dia belum bisa menyimpulkan adanya dugaan kelalaian faktor manusia. “Dugaannya mungkin karena ada masalah teknis, namun kita belum dapat kabar lagi karena itu hubungannya dengan nahokda,” jelas dia.

Dalam kapal tersebut, tercatat dalam manifesnya 12 orang penumpang dan 78 kendaraan yang meliputi kendaraan roda dua dan roda empat serta truk. Namun untuk korban jiwa masih belum terdata seluruhnya. “Untuk para korban kita masih belum tahu keberadaannya,” jelas dia.

Sumber : Okezone
Continue Reading | komentar

Hasil Pilkada DKI Quick Count Jokowi Unggul Sementara

Kamis, 20 September 2012

Sejumlah lembaga yang melakukan hitung cepat pasca pemungutan suara dalam pemilihan gubernur Jakarta mengunggulkan posisi pasangan Joko Widodo-Basuki Purnama (Jokowi-Ahok) sebagai pemenang.

 Indobarometer yang menyelenggarakan hitung cepat dengan stasiun televisi Metro TV hingga sekitar pukul 14.15 telah menyelesaikan hitungan untuk 50% suara dengan perolehan masing-masing 45%-54% untuk keunggulan Jokowi-Ahok dari pesaingnya Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).

 Hitung cepat lain dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia, yang sudah mencapai 61% responden dengan posisi 44%-55% juga untuk keunggulan Jokowi-Ahok. Padahal dalam survei menjelang pemilihan gubernur putaran kedua yang baru diumumkan akhir pekan lalu, posisi dua pasangan kandidat hampir berimbang.

"Penambahan atau pengurangan satu persen suara pemilih saja sudah cukup untuk satu calon mengalahkan rivalnya," kata Direktur LSI, Kuskrido Dodi Ambardi kepada Dewi Safitri dari BBC. Dalam survei yang sama, LSI menyebut hilangnya suara sekitar 10% pemilih yang belum menentukan siapa yang akan dipilih. "Sekitar 10% suara inilah yang akan menentukan siapa yang besok (hari ini) menang," tambah Dodi. Hitung cepat lain dilakukan oleh harian Kompas yang menggunggulkan posisi Jokowi dengan 54% banding 46% untuk kubu Foke. Masing-masing calon telah menyebutkan akan langsung memberi tanggapan terhadap jalannya pemilihan gubernur hari ini petang hari nanti. Hasil resmi penghitungan suara akan diumumkan oleh KPUD Jakarta pada 1 Oktober mendatang.
Continue Reading | komentar

Banjir Bandang di Kota Padang, Tewaskan 2 Warga

Rabu, 12 September 2012

Banjir bandang kembali melanda Kota Padang, Rabu (12/9) petang. Sejak berita hari ini (13/9) diturunkan, empat kecamatan masih terendam air. Diantaranya Nanggalo, Pauh, Kuranji dan Lubuk Kilangan. Dari peristiwa ini diperkirakan 400 unit rumah masyarakat terendam air.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Haluan, sebanyak 8 titik terendam banjir, yaitu Siteba, Gurun Laweh, Batu Busuk, Limau Manis, Simpang Gadut, Gunung Pangilun, Padang Besi, dan Belimbing.

Namun tidak tertutup kemungkinan, bahwa Nagari Saliputan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman ikut terkena banjir. Karena, hulu Sungai Saliputan dengan Lubuk Kilangan, dan hulu Batang Kuranji, satu hulu.

Menurut Rico Rahmad, Koordinator Lapangan Sekber Mapala Sumbar kepada Haluan Rabu (12/9), dari informasi relawannya, mengatakan, akibat longsor di Kampung Ubi RT 04 RW 03, Batu Busuk, empat orang warga tertimbun longsor. Keempat warga itu adalah Jamaris (45), Nila (25), Naswa (6), dan Saffa (3).

“Di lokasi itu, ada 4 rumah rusak berat akibat tertimpa longsor dari punggung bukit sebelah kiri. Hampir seluruh rumah tergenang banjir di Batu Busuk. Warga menyebutkan, ada 5 rumah tertimbun longsor ke arah menuju Patamuan dan ada laporan 4 orang anggota keluarga belum ditemukan. Yang hilang ini satu keluarga,” kata Rico Rahmad.

Informasi tertimbunnya empat warga itu dibenarkan Kabid Damkar Eddy Asri.

“Ya, ada warga yang tertimbun longsoran. Jumlah empat orang. Satu keluarga. Hingga tadi malam, tim telah berhasil mengevakuasi Jamaris Naswa. Keduanya sudah tak bernyawa saat ditemukan. Sekitar 30-an personil dari TNI, BPBD, Damkar, dan SAR terus mencari korban,” kata Eddy Asri.

Namun keterangan itu berbeda dengan apa yang disampaikan Kepala SAR Kota Padang Djonny Sitorus. Ia menyebutkan, musibah banjir bandang tersebut, tidak ada korban jiwa maupun loporan kehilangan, dan hanya satu rumah hanyut, serta 30 kepala keluarga diungsikan ke berbagai tempat seperti masjid dan dataran tinggi di Batu Busuk dan Limau Manis. Sementara itu, lebih dari 100 rumah terendam banjir.

“Data tersebut kami kumpulkan dari berbagai anggota yang berada di setiap titik banjir. Besar kemungkinan, akan ada penambahan jumlah rumah hanyut, ataupun yang terrendam banjir. Karena beberapa anggota di lapangan belum meloporkan kepada kami secara pasti,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Syafrizal, mengatakan, hujan lebat mengguyur sumbar, khsususnya Kota Padang diprediksi masih terjadi hingga dua bulan ke depan.

“Pantuan satelit diprediksi intensitas curah hujan tinggi akan melanda wilayah Sumbar. Oleh sebab itu, masyarakat yang berada di daerah perbukitan harus ekstra waspada. Karena, sewaktu-waktu tanah tertsebut, bisa lonsor dan menimbung perumahan warga,” ujarnya.

Meski begitu, sebagian warga yang dilanda banjir bandang bertahan di rumah untuk menjaga barang berharga yang ada di rumahnya, terutama kaum pria. Evakuasi diprioritaskan kepada kaum wanita.

Meluapnya Batang Kuranji, menyebabkan saluran air di pinggir jalan penuh hingga masuk ke badan jalan dan rumah warga yang ada di Kawasan Pasar Baru, Kecamatan Pauh. Genangan air di badan jalan yang mirip dengan aliran sungai itu, para pemakai kendaraan tetap menerobos arus air tersebut, walaupun hujan deras menimpa Kota Padang.

Dari keterangan warga setempat, air yang masuk ke badan jalan berasal dari aliran Batang Kuranji, Limau Manis. Deras dan keruhnya air sungai membuat mereka khawatir akan terjadi banjir yang lebih besar lagi. Apalagi, setiap waktu debit air yang semakin meningkat, ditambah lagi material kayu-kayu besar yang terseret arus.

Rosmita (40), seorang warga rumahya begitu dekat dengan bandar air yang dihubungkan dari Batang Kuranji, membuat dia takut rumahnya menjadi sasaran hantaman banjir. Dia pun terus memperhatikan debit air yang ada di selokan.

Sementara di lokasi jembatan lama Koto Panjang yang roboh akibat dihempas banjir jelang Puasa lalu, dan saat ini sedang dalam renovasi, juga terlihat puluhan warga bertahan dengan payung di bawah guyuran hujan deras. Mereka terus memperhatikan perkembangan debit aliran sungai.

Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro melalui Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Andiyatna, pihaknya telah memerintahkan anggotanya di lapangan dan mengawal jalur-jalur yang tergenang air guna mengantisipasi kemacetan dijalan raya. Selain itu, beberapa petugas juga telah ditempatkan dilokasi banjir bandang dan melakukan patroli.

Sumber : Inilah.com
Continue Reading | komentar

Tiga Anak Buah Germo Keyko Ditangkap

Selasa, 11 September 2012

Setelah mengamankan big boss mucikari Yunita alias Keyko, kini giliran anak buahnya yang menjadi incaran polisi. Hasilnya, 3 anak buah mucikari yang dikatakan mempunyai anak buah terbanyak dengan 1.600 gadis panggilan itu ditangkap.

Mereka adalah Nugroho Tjahajono Budiono alias Dion (36) warga ,Lanny alias Nonik (24) dan Gloria alias Nonik Palsu. Dua nama terakhir adalah penghuni apartemen Metropolis kawasan Tenggilis.

"Dion mempunyai daerah operasi di Semarang sedangkan Lanny dan Gloria di Surabaya," kata Pjs Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya Iptu Solikin Ferry kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).

Jaringan penyedia gadis panggilan tersebut biasa bertransaksi melalui media BlackBerry Messenger (BBM). Dan dari BBM ketiga tersangka diketahui jika Dion mempunyai 600 anak buah gadis panggilan sementara Lanny dan Gloria mempunyai sekitar 300 anak buah. Untuk kontaknya, sedikitnya ada 1.500 kontak pelanggan lebih dari dua BlackBerry mereka gunakan.

"Tersangka Lanny dan Gloria biasa berbagi tugas," tambah Ferry.

Dikatakan Ferry, Lanny bekerja sebagai germo tanpa diketahui suaminya. Jika ada si suami, Lanny menyerahkan BlackBerry dan semua urusan gadis panggilan kepada Gloria. Karena itulah Gloria mempunyai nama alias Nonik palsu.

"Lanny dan Gloria terkadang juga menjual dirinya sendiri bila diinginkan pelanggannya. Tentunya dengan harga di atas tarif anak buahnya," terang Ferry.

Untuk pembagian keuntungan, ketiga tersangka biasanya berbagi 50-50 atau 60-40 dengan Keyko. Bila Keyko mendapat pesanan gadis panggilan dengan tarif Rp 1,5 juta, maka Rp 500 ribu dibagi antara tersangka dengan Keyko. Sisanya yakni Rp 1 juta untuk si gadis panggilan.

"Semuanya dilakukan melalui komunikasi antar BBM dan uangnya ditransfer. Sama sekali tanpa tatap muka," tandas Ferry.
Continue Reading | komentar

Angelina Sondakh Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Kamis, 06 September 2012

Jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan Angelina Sondakh menjatuhkan dakwaan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) non aktif Angelina Sondakh Kamis (6/9) menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum mendakwa mantan Putri Indonesia itu melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang dan pengadaan alat laboratorium untuk sejumlah universitas negeri.

Angelina, selaku anggota Badan Anggaran DPR, menurut jaksa turut berjasa menggiring golnya kedua proyek tersebut hingga jatuh ke tangan PT Duta Graha Indah, milik mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.


Sebagai imbalannya, kata jaksa, Angie -- begitu biasanya Angelina disapa, mendapatkan honor sebesar Rp 12,58 milliar dan U$ 2,35 juta dolar atau dengan total lebih dari Rp 33 milliar dari perusahaan milik Nazaruddin itu.

Ketua jaksa penuntut umum, Agus Salim, mengatakan tindakan Angie itu bertentangan dengan peraturan tata tertib DPR yang melarang anggota DPR melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme, termasuk menerima gratifikasi.

Angie didakwa melanggar Undang Undang Tindak Pidana Korupsi dan terancam 20 tahun penjara.

“Terdakwa beberapa kali melakukan komunikasi melalui telepon atau dengan blackberry messenger dengan Mindo Rosalina Manulang (direktur Marketing PT Permai Group) dalam rangka membicarakan tindak lanjut dan perkembangan upaya penggiringan anggaran tersebut termasuk mengenai penyerahan imbalan uang yang sebelumnya telah dijanjikan kepada terdakwa,” ujar Agus.

Usai persidangan, Angie terlihat menangis saat digiring petugas keamanan meninggalkan ruang persidangan.

Kuasa Hukum Angelina Sondakh, Tengku Nasrullah, menilai surat dakwaan penuntut umum kabur dan tidak memenuhi syarat formil dan materil dalam penyusunan surat dakwaan.

Nasrullah mengatakan pihaknya akan mengajukan keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut.

“Terlihat sekali surat dakwaan itu dipaksakan untuk sekedar untuk sekedar memenuhi konsumsi publik, sekedar memenuhi Angie sudah terlanjut ditetapkan sebagai tersangka. Tuduhan-tuduhan penerimaan uang itu dalam kaitan apa, tidak jelas mana yang kaitan dengan Wisma Atlet, mana yang berkaitan dengan Kemendiknas. Merujuk kepada BBM (Blackberry Messenger), pertanyaannya apakan BBM itu merupakan alat bukti yang ah yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Warga Jakarta yang ditemui VOA menyatakan Angelina Sondakh sebagai politikus dan publik figur tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Dengan Angie menjadi terdakwa menunjukan Angie bukan publik figure layak dicontoh,” ujar seorang pemuda bernama Zaki.

“Menurut saya, Angelina Sondakh sebagai figur publik agak mengecewakan, apalagi dia juga pernah jadi Putri Indonesia, sehingga membuat kesan yang sangat buruk karena dia terlibat kasus korupsi,” ujar seorang perempuan bernama Nadia.

Sementara itu peneliti hukum dari Indonesia Corruption Watch Febri Diansyah berharap pengungkapan kasus Wisma Atlet SEA Games dan pengadaan alat laboratorium di sejumlah universitas negeri tidak hanya berhenti sampai Angelina Sondakh.

Komisi Pemberantasan Korupsi, kata Febri, harus mengungkap kasus ini secara tuntas.

Sumber : http://www.voaindonesia.com/
Continue Reading | komentar

Harga Emas Hari Ini, Antam Naik Rp 2.000 Per Gram

Selasa, 04 September 2012

Hari ini harga emas batangan Logam Mulia milik Aneka Tambang (Antam) naik. Harga emas ritel PT Aneka Tambang (Antam) naik Rp 2.000 per gram pada Selasa (4/9/2021) pagi. Demikian dengan harga beli kembali (buy back) juga ikut naik Rp 2.000 per gram.

Dari rilis yang dikeluarkan Antam pukul 08.14 WIB, harga emas berkisar Rp 523.800 hingga Rp 563.000 per gram. Harga terendah merupakan rata-rata per gram untuk emas ukuran 250 gram, sementara harga tertinggi adalah harga emas per gram untuk emas ukuran 1 gram.
Bila dibandingkan dengan harga emas pada Senin (3/9/2012) telah terjadi kenaikan Rp 2.000 per gram pada hari ini. Harga emas Antam kemarin Rp 521.800 hingga Rp 561.000 per gram.

Sementara harga beli kembali (buy back) hari ini untuk emas bersertifikat Antam dipatok Rp 503.000 per gram. Kemarin, buy back Rp 501.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam untuk hari ini:



Rp 563.000 (1 gram), Rp 1.086.000 (2 gram), Rp 1.347.500 (2,5 gram), Rp 1.609.000 (3 gram), Rp 2.132.000 (4 gram), Rp 2.665.500 (5 gram), Rp 5.290.000 (10 gram), Rp 13.150.000 (25 gram), Rp 26.235.000 (50 gram), Rp 52.420.000 (100 gram), Rp 130.950.000 (250 gram). Semua ukuran emas tersedia, kecuali yang berukuran 250 gram.
Continue Reading | komentar

Ini Dia Isu yang Dibahas Hillary Clinton dengan SBY

Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton Selasa (4/9) membahas sejumlah isu.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa menyampaikan dalam pertemuan selama kurang lebih 45 menit itu sempat menyinggung persoalan Laut Cina Selatan, Suriah, Iran, hingga Semenanjung Korea.

Amerika Serikat, lanjutnya, kembali menegaskan perannya dalam persoalan Laut Cina Selatan. "Dalam masalah ini, Amerika Serikat mendorong adanya court of conduct dan penekanan agar masalah ini dapat dikelola dengan baik,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Selasa (4/9). Terlebih lagi, sebentar lagi akan digelar KTT ASEAN dan Asia Timur di Pnom Phen pada November 2012.

Clinton pun sempat menyinggung persoalan di Suriah. Ia beranggapan Indonesia telah menunjukkan sikap yang konsisten mengenai persoalan tersebut. Yakni penekanan perlunya segera diakhiri konflik di Suriah yang menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.

Amerika Serikat menyampaikan keprihatinannya bahwa di Suriah bisa terus berkembang sedemikian rupa sehingga menciptakan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. “Dalam kaitan ini, Bapak Presiden kembali menekankan antara lain betapa pentingnya kesatuan pandangan DK PBB untuk bisa memastikan dicapainya perdamaian atau diakhirinya konflik di Suriah,” katanya.

Persoalan Iran juga sempat mencuat. Terutama berkaitan dengan penggunaan energi nuklir. Disebutkan, energi nuklir untuk maksud-maksud damai adalah sesuatu yang memang harus dihargai dan dihormati.

"Namun, Iran, seperti halnya negara lain juga, perlu mematuhi segala kewajibannya yang menyangkut nonproliferasi senjata nuklir,” kata Marty.

Selain itu, Clinton juga sempat membahas perkembangan di semenjung Korea.

“Menlu Clinton menanyakan pandangan Presiden RI tentang perkembangan di Korea. Kedua belah pihak juga bertukar pandangan tentang situasi di Korea Utara sendiri,” katanya.
Continue Reading | komentar

Ini Dia Tiga Kejanggalan Penembakan di Solo

Minggu, 02 September 2012


Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggerebekan dan penangkapan terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/8) malam. Dalam penangkapan tersebut diwarnai baku tembak yang mengakibatkan dua terduga teroris tewas dan satu anggota Densus 88 gugur.

"Tapi ada tiga kejanggalan dalam penyergapan terhadap orang-orang yang disebut sebagai teroris oleh polisi," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam rilis yang diterima Republika, Ahad (1/9).
Neta memaparkan kejanggalan pertama mengenai pistol yang disita dari terduga teroris yaitu jenis Bareta dengan tulisan Property Philipines National Police. Padahal Kapolresta Solo, Kombes Asdjima'in mengatakan jika senjata yang digunakan untuk menembak polisi di Pospam Lebaran yaitu jenis FN kaliber 99 milimeter.

Ia pun mempertanyakan apakah orang yang ditembak polisi yang diduga teroris itu merupakan orang yang sama dengan pelaku yang menembak polisi di Pospam Lebaran. Ia juga mempertanyakan apakah kemungkinan ada pihak lain sebagai pelakunya.
Kejanggalan kedua yaitu Bripda Suherman, anggota Densus 88 yang tewas tertembak di bagian perut. Menurutnya hal ini menunjukkan Bripda Suherman tidak sesuai dengan SOP dalam bertugas yaitu harus memakai rompi anti peluru.

"Pertanyaannya apakah benar pada malam itu ada operasi Densus 88? Jika benar, kenapa ada anggota Densus 88 bisa teledor dan bertugas tidak sesuai dengan SOP," ujarnya.
Kejanggalan selanjutnya, beberapa jam setelah penyergapan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Kapolri, Jenderal Timur Pradopo untuk segera meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP). Padahal dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya, ia melanjutkan, hal ini tidak pernah terjadi.

Bahkan pada saat tiga kali penyerangan terhadap Pospam Lebaran, juga tidak ada perintah seperti itu. "Apakah SBY ingin membangun citra dan menarik simpati publik dari peristiwa Solo yang sempat memojokkan Jokowi (Wali Kota Solo) ini," jelasnya lagi.
Continue Reading | komentar

Jokowi Dilaporkan Terkait Dana Pendidikan ke KPK

Kamis, 30 Agustus 2012

Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan ke Komisi Pemberantasan KPK terkait dugaan korupsi Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) tahun anggaran 2010.

"Saudara Wali Kota telah dilaporkan oleh bagian komputer mengenai duplikasi data BPMKS tapi beliau membiarkan dan tidak menindaklanjutinya," kata Ketua Kelompok TS3 Muhammad Ali Usman yang melaporkan Jokowi di gedung KPK Jakarta, Kamis.

TS3 (Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia) adalah organisasi masyarakat yang menyatakan bahwa anggaran BPMKS pada 2010 dianggarkan Rp23 miliar untuk 110 ribu siswa.

Namun pada 2011 dilakukan verifikasi yang menunjukkan ada banyak kesamaan nama namun memiliki nomor BPMKS yang berbeda sehingga dilaporkan data penerima BPMKS adalah 65.394 siswa dengan nilai anggaran Rp10,68 miliar.

Menurut Ali Usman, patut diduga bahwa dari selisih nilai tersebut, dana yang tidak digunakan mencapai Rp12,3 miliar sedangkan sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) belanja hibah satuan pendidikan hanya sebesar Rp2,47 miliar.

"Potensi kerugian negara minimal sekitar Rp9,8 miliar yang tidak dikembalikan ke kas pemerintah kota Surakarta, itu baru tahun 2010 padahal pada 2011 dan 2012 juga sama nilainya," tambah Ali Usman.

Atas dugaan tersebut, TS3 yang mengaku beranggotakan para guru dan aktivis hukum mengadukan Walikota Surakarta Jokowi karena melakukan pembiaran terhadap tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara setidak-tidaknya sebesar Rp9,83 miliar serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga dan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Anggaran karena telah melakukan persekongkolan yang menyebabkan kerugian negara.

Mereka dianggap memenuhi unsur pelanggaran pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 mengenai Tindak Pidana Korupsi.

Ali Usman juga membantah bahwa pelaporannya tersebut terkait dengan momen pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua yang akan berlangsung pada 20 September dengan Jokowi sebagai salah satu kandidat gubernur ibu kota.

"Saya nonpartisan, saya juga tidak kenal mereka, saya sewa bus sendiri bersama-sama anak-anak," tambah dia.

Ia juga beralasan pelaporannya baru dilakukan saat ini karena butuh waktu untuk melengkapi berkas.

Sumber : Antaranews
Continue Reading | komentar

Tragedi Sampang-Madura, Asmara dan Cermin Kerentanan

Rabu, 29 Agustus 2012

Berita sampang-madura hari ini sungguh menyedihkan bagi bangsa Indonesia. Bentuk kekerasan masih menyelimuti bangsa ini, terutama masalah SARA.

Budaya carok masih berurat akar di Madura, sebagaimana tercermin dari kerusuhan Sampang yang menelan korban jiwa. Tragedi Sampang adalah cermin keretakan dan kerentangan masyarakat Madura, kultur kekerasan lama yang masih mengemuka.

Madura adalah refleksi suatu masyarakat yang koyak dan belum bisa menjaga kerukunan agama. Salah satunya adalah tipisnya sikap saling toleransi dan dialog berkesinambungan untuk mewujudkan penyelesaian konflik tanpa melalui kekerasan. Di sisi lain yang perlu ditempuh adalah tindakan preventif atau pencegahan oleh masyarakat maupun negara.

Yang ironis, menurut Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, bahwa kasus Sampang berkembang sehingga berbuah penyerangan pada Muslim Syiah karena tidak adanya penyelesaian yang cepat dan tepat. Kasus tersebut, bermula dari dua orang bersaudara yang sama-sama menganut Syiah yang jatuh cinta kepada seorang gadis yang sama.

Kemudian, salah satu dari dua saudara tersebut keluar dari mahzab Syiah dan memprovokasi masyarakat bahwa telah terjadi konflik antara Syiah dan Sunni. Mahfud pun menyarankan agar proses hukum ditegakkan. Sebab tidak ada jalan lain kecuali penegakan hukum dengan tegas. Tidak boleh ada pengadilan oleh rakyat untuk rakyat. “Di negara mana pun, tindakan main hakim sendiri itu dilarang," tegas Mahfud.

Oleh sebab itu, pemerintah pusat perlu segera mengambil alih penanganan konflik Syiah di Sampang, Madura. Pemerintah pusat harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan konflik tersebut agar konflik serupa tidak merembet ke wilayah lain di Indonesia.

Kerusuhan ini telah kali kedua terjadi di Sampang, tetapi tidak ada campur tangan yang serius dari pemerintah pusat dalam meredam konflik ini. “Apabila ada penanganan dini dari pemerintah pusat, kemungkinan tidak terjadi lagi kerusuhan lanjutan di Sampang saat ini," ujar Abdul Hakim, anggota Komisi VIII DPR, di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Idealnya, pemerintah pusat dapat segera mengambil alih penanganan konflik di Sampang, Madura, dan jangan hanya melempar tanggung jawab dan membiarkan pemerintah daerah mencari jalan keluar konflik tersebut.

Oleh sebab itu, pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) yang independen adalah langkah awal yang harus dilaksanakan pemerintah pusat dalam penanganan konflik Syiah di Sampang. TPF bertugas mencari fakta-fakta dan informasi yang akurat di masyarakat mengenai pemicu konflik. Hasil temuan TPF di lapangan bisa dijadikan masukan bagi perumusan jalan keluar konflik tersebut oleh pemerintah pusat.

Pemerintah pusat juga harus secepatnya menjembatani proses perdamaian dengan mengundang kedua belah pihak yang bertikai. Percepatan perdamaian di antara kedua belah pihak bisa segera meredam gejolak di masyarakat. Pemerintah pusat seharusnya dapat mengambil pelajaran dari kejadian kerusuhan di Sampang ini supaya pemerintah mempunyai tolok ukur dalam penyelesain konflik agama di daerah lain.

Masuk akal pandangan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang juga berasal dari Madura yang mengungkapkan bahwa toleransi antar umat Muslim berbeda mahzab harus dikedepankan daripada saling adu kekuatan. Toleransi antar umat berkeyakinan tidak hanya di Sampang, namun juga di kawasan regional maupun internasional karena konfigurasi jumlah pemeluk kepercayaan tertentu di setiap wilayah berbeda.

Para penganut Muslim Sunni agar menyadari posisi kuantitas karena posisi Sunni di dunia juga tidak seragam. Muslim Sunni, adalah mayoritas di Indonesia. Namun, tidak ada alasan bagi Muslim Sunni untuk sewenang-wenang pada Muslim Syiah yang minoritas.

Bahwa di negara Islam yang penganut Muslim Syiah termasuk mayoritas, Muslim Sunni mendapatkan jaminan keamanan. Hal itu, baru sebatas antar sekte dalam agama. Pada jangkauan pandangan yang lebih besar, tidak di setiap negara, golongan Islam memegang peranan sebagai mayoritas.

Di Perancis, misalnya, penganut Islam adalah minoritas namun dihormati. Hal yang bertolak belakang justru terjadi di Indonesia dan hal tersebut disesali Mahfud. Perbedaan keyakinan, diakuinya tidak selayaknya menjadi pembenar untuk sewenang-wenang karena mengenai perbedaan keyakinan dan kebebasan beragama sendiri telah diatur oleh konstitusi.

Di Madura dan kawasan lainnya kita harus memupuk toleransi antar pemeluk agama dan beda keyakinan. Sesunguhnya itulah hal paling inti mengenai perbedaan keyakinan yang diatur konstitusi. Tapi, adakah masyarakat Madura dan daerah lain mau memahami dan menyadarinya?

Sumber : Inilah.com
Continue Reading | komentar

Ini Dia Kronologi Kekerasan Warga Syiah di Sampang, Madura

Minggu, 26 Agustus 2012

Kekerasan dialami warga Syiah di Sampang, Madura. Satu warga Syiah meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi dengan kelompok lain pada Minggu (26/8) itu. Warga Syiah yang kalah jumlah diserang dengan batu dan senjata tajam.

Berdasarkan siaran pers yang dikirimkan Kontras Surabaya pada Senin (27/8/2012), keributan dipicu oleh kedatangan puluhan pria warga non syiah yang mengancam warga Syiah untuk tidak meninggalkan desa.

Berikut kronologi kekerasan di Sampang pada Minggu (26/8) yang di kutip dari detiknews.com:

- Pukul 06.30 WIB

Sejumlah anak-anak warga Syiah dengan didampingi orang tuanya akan pergi keluar desa mereka dengan tujuan ke beberapa tempat. Di antara mereka ada yang akan bersilaturahim ke keluarga yang ada di luar Omben, dan beberapa yang lain akan berangkat ke luar kota untuk masuk sekolah dan pesantren mengingat libur lebaran sudah usai.

Ketika rombongan anak-anak warga Syiah dan orang tuanya yang berjumlah sekitar 20 orang ini akan menaiki dua buah mobil yang mereka sewa, puluhan lelaki dewasa dari warga non Syiah dengan membawa senjata tajam mendatangi mereka dan melarang mereka meninggalkan desa.

Bahkan mobil yang akan mereka tumpangi diancam akan dibakar. Dan selanjutnya, layaknya 'tawanan perang' rombongan anak-anak warga Syiah digiring kembali ke desa dan dipaksa pulang ke rumah masing-masing. Saat itulah, orang tua dari anak-anak warga syiah berusaha melawan tindakan sekumpulan warga yang mengancam mereka. Akhirnya seluruh anak-anak warga Syiah beserta orang tuanya kembali ke rumah mereka masing-masing.

- Pukul 08.00 WIB

Puluhan warga non Syiah yang mengancam akan menyerang warga Syiah telah bertambah menjadi ratusan orang. Dan tersiar kabar bahwa mereka akan menyerang dan membakar semua rumah warga syiah dan bagi yang melawan akan dibunuh. Dan serangan akan dimulai dari rumah Ustadz Tajul Muluk, yang saat itu ditempati oleh ibu, istri, dan 5 orang anak-anaknya.

Rumah Tajul Muluk sesungguhnya telah dibakar massa anti Syiah pada akhir Desember 2011, dan saat ini tersisa bangunan seluas 4x5 meter dan ditempati oleh ibu, istri dan anak-anaknya.
Sedangkan Tajul sendiri saat ini sedang berada di LP Sampang. Dia menjalani hukuman dua tahun penjara yang diputuskan oleh PN Sampang dengan dakwaan penodaan agama.

- Pukul 09.30 WIB

Sekitar 20 orang lelaki dewasa dari warga Syiah berkumpul di rumah Ustadz Tajul bersiap untuk melindungi perempuan dan anak-anak yang tinggal di rumah itu dari serangan warga non Syiah.

- Pukul 10.30 WIB

Warga non Syiah yang berjumlah lebih dari 500 orang, sebagian besar adalah lelaki dewasa yang bersenjatakan aneka macam senjata tajam, batu dan bom ikan (bahan peledak yang biasa digunakan nelayan untuk menangkap ikan di laut) bergerak mengepung rumah Ustad Tajul. Tidak berselang lama terjadilah perang mulut di antara mereka yang dilanjutkan dengan saling lempar batu.

Saat kondisi sedang memanas, salah satu warga Syiah, Moch Chosim (50), yang biasa dipanggil Pak Hamama berusah menenangkan massa. Lelaki tua ini maju ke tengah-tengah massa non Syiah yang akan menyerang mereka.

Nahas bagi Chosim, maksud baiknya justru memicu amarah massa. Sedikitnya 6 orang lelaki dewasa dengan senjata celurit, pedang dan pentungan mengeroyoknya. Tubuhnya bersimbah darah, perutnya
terburai dan meninggal di tempat.

Melihat Chosim dikeroyok, Tohir (45 th) adiknya berusaha melerai dan melindungi sang kakak. Akibatnya, Tohir mengalami luka berat di bagian punggung dan sekujur tubuhnya akibat sabetan pedang, celurit dan lemparan batu. Untunglah nyawa Tohir masih terselamatkan.

Massa semakin beringas. Ratusan massa beramai-ramai melempari rumah Tajul dengan batu. Semua orang yang berada dalm rumah itu terkena lemparan batu. Ibu Tajul Muluk, Ummah (55), jatuh pingsan karena kepalanya terkena lemparan batu. Anak-anak menjerit, sebagian di antaranya pingsan.

Selain Ummah, 3 orang yang lain juga mengalami luka serius akibat terkena lemparan batu, yaitu Matsiri (50), Abdul Wafi (50), dan Tohir (45 th). Akhirnya keluarga Ustad Tajul dan warga Syiah yang terkepung itu tidak lagi melawan dan membawa kerabat mereka yang luka-luka dan meninggal ke gedung SD Karang Gayam yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah itu. Massa penyerang membiarkan mereka menyelamatkan diri. Selanjutnya massa membakar rumah Ustad Tajul hingga habis.

- Pukul 11.30 WIB

Setelah massa non Syiah membakar rumah yang didiami istri, ibu dan anak-anak Ustad Tajul, massa mulai bergerak membakar satu demi satu rumah warga Syiah. Tidak ada polisi di lokasi, padahal sudah sejak pagi diberitahu.

- Pukul 12.00 WIB

Puluhan petugas polisi datang ke lokasi dan memberikan pertolongan kepada sejumlah warga Syiah yang terluka. Akan tetapi jumlah polisi sangat tidak memadai untuk mencegah dan melarang massa melakukan pembakaran rumah-rumah warga Syiah.

- Pukul 18.00 WIB

Jumlah rumah yang dibakar berjumlah setidaknya 60 unit bangunan dari sekitar 35 rumah milik warga Syiah. Aparat kepolisian tidak berdaya mencegah hal ini terjadi.

- Pukul 18.30 WIB

Sejumlah warga Syiah dievakuasi oleh pihak kepolisian di Gedung Olah Raga Sampang. Sedang ratusan warga Syiah yang lain berlari bersembunyi ke hutan dan persawahan yang berada di sekitar rumah mereka.

Total korban yang telah dievakuasi adalah 155 orang, dan masih ada sekitar 300-400-an orang korban yang belum dievakuasi. 1 Orang tewas Muhammad Khosim (50) dan 1 luka berat, Tohir (45), sempat dikabarkan meninggal tapi masih menjalani perawatan di RSUD Sampang.
Continue Reading | komentar

Tawuran Antar Kelompok Rebutan Lahan Parkir, Hebohkan Kota Malang

Senin, 13 Agustus 2012

Kota Malang hari ini, dihebohkan dengan tawuran antar daerah. Dua kelompok pemuda terlibat tawuran di Kompleks Rumah Toko (Ruko) WOW di Jalan Raya Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Tawuran yang sempat membuat kaget warga itu terjadi saat menjelang buka puasa, Senin (13/8/2012).

Lahan parkir diduga kuat menjadi pemicu tawuran antar dua kelompok di depan sebuah dua kafe dimana ruko itu pertama kali didirikan.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, karang taruna setempat berkeinginan untuk mengelola parkir di ruko tempat dua kafe makan dan minuman dibuka.

Namun keinginan itu terhalang oleh pengelola parkir yang telah menguasai terlebih dahulu.

Ketegangan sebelumnya sempat terjadi beberapa waktu lalu antara kedua kelompok itu.

"Inginnya karang taruna sini yang mengelola parkir mas, karena ruko dibangun di wilayah mereka," terang pedagang kaki lima kepada detiksurabaya.com di tempat kejadian.

Satu kelompok massa bersenjatakan bambu kemudian mendatangi lokasi kejadian Senin sore, adu fisik tak terhindarkan dengan penguasa parkir, hingga satu orang belum diketahui identitasnya menderita luka parah akibat tawuran dan dilarikan ke rumah sakit.

Untuk meredakan situasi sejumlah personel aparat keamanan diterjunkan ke lokasi kejadian. Tawuran ini juga mengakibatkan kemacetan akses menuju Perumahan Sawojajar dari arah jantung Kota Malang.

Dua kafe menjadi lahan perebutan parkir sementara ditutup untuk menerima pembeli atau tamu. Sampai berita ini diturunkan satu kelompok massa diduga berasal dari karang taruna setempat masih bertahan di lokasi, setelah usaha aparat untuk membujuk massa bubar gagal.

"Kami akan tetap disini, sampai ada keputusan jelas," teriak massa kepada aparat keamanan.

Dua orang pemuda sempat menjadi sasaran amuk massa saat dituding sebagai penyusup. Beruntung aparat sigap mengamankan kedua pemuda belum diketahui identitasnya itu.
Continue Reading | komentar

Pekerja Tidak Terima THR Diadvokasi

Senin, 06 Agustus 2012

Pengusaha yang mencoba mengemplang pembayaran tunjangan hari raya pekerja kini harus berpikir ulang. Tiga konfederasi serikat pekerja membuka pos pengaduan pembayaran tunjangan hari raya dan menyediakan tim khusus untuk mengadvokasi pekerja menuntut hak mereka.

Hal ini ditegaskan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea di Jakarta, Senin (6/8/2012). Ketiga konfederasi ini bergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI).

”Semua kantor cabang KSPI, KSBSI, dan KSPSI akan menjadi posko pengaduan tunjangan hari raya (THR). Posko kami berbeda dengan pemerintah karena akan mengadvokasi buruh yang tidak menerima THR dari pengusaha,” ujar Iqbal. Iqbal menambahkan, jutaan buruh alih daya (outsourcing) dan buruh kontrak terancam kehilangan pekerjaan sebelum waktu pembayaran THR tiba. Menurut Iqbal, pengusaha melakukan hal ini agar tidak membayar THR.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE.05/MEN/VII/2012 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Imbauan Mudik Lebaran Bersama. Para kepala daerah harus proaktif mengawasi realisasi tunjangan hari raya.

Pekerja yang punya masa kerja tiga bulan secara terus-menerus atau lebih berhak menerima THR. Mereka yang memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih berhak menerima THR satu bulan upah dan yang belum 12 bulan dihitung proporsional.

Pemerintah juga telah membentuk posko pengaduan THR di seluruh daerah. Namun, pemerintah biasanya hanya mendata dan menjalankan prosedur normatif menindaklanjuti pengaduan tunggakan pembayaran THR.

Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menjamin perusahaan besar membayar THR. Dia mengkhawatirkan pengusaha mikro yang memiliki kemampuan keuangan terbatas.

Sofjan mengajak serikat buruh turut mempertimbangkan kondisi perekonomian global yang semakin tidak pasti. Dia berharap iklim investasi nasional tetap kondusif agar upaya penciptaan lapangan kerja tidak terganggu.

”Tidak masalah bagi perusahaan besar, mereka pasti bayar THR. Kami sudah cek. Tinggal perusahaan mikro yang juga mempekerjakan banyak orang,” ujar Sofjan.
Continue Reading | komentar

Ini Dia Alasan Rhoma Irama Menolak Minta Maaf Kepada Jokowi-Ahok

Pelantung lagu kondang raja dangdut Rhoma Irama diperiksa oleh panwaslu terkait dugaan SARA terhadap pasangan Jokowi-Ahok saat ceramah di salah satu masjid.

Rhoma Irama menolak untuk minta maaf kepada pasangan Jokowi-Ahok karena merasa tidak berbuat salah kepada cagub-cawagub saingan Foke-Nara itu. Ia bahkan mengaku sangat menghargai pasangan Jokowi-Ahok.

"Saya tidak perlu meminta maaf kepada kelompok Jokowi-Ahok karena saya merasa tidak berbuat salah. Kedua, kami enggak perlu islah karena kami enggak bermusuhan," kata Raja Dangdut itu di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jalan Suryopranoto, Jakarta, Senin (6/8/2012).

Rhoma menjelaskan, dirinya hanya berdakwah, bukan kampanye untuk memenangkan pasangan nomor urut satu, yaitu Foke-Nara. Selain itu, dia juga menerangkan bahwa berbagai aspek kehidupan sudah diatur dalam Islam, termasuk dalam memilih pemimpin.

"Jadi, gimana memilih pemimpin, Allah SWT mengarahkan umat-Nya. Allah melarang dengan tegas untuk memilih yang non-Muslim dan ini perlu saya sampaikan karena sanksinya berat," ujar Rhoma.

Meski dalam Islam juga diperintahkan untuk menghormati agama lain dan mencintai umat agama lain, ia mengungkapkan bahwa jika memilih pemimpin non-Muslim, hukumannya akan menjadi musuh Allah dan mendapat azab di akhirat nanti.

"Kalau saya enggak sampaikan, berdosa saya. Tapi, dalam konteks berbangsa dan bernegara, kita diperintahkan untuk mencintai dan jangan sekali-kali menghina Tuhan agama lain selain Allah," ujarnya.
Continue Reading | komentar

KPK vs POLRI : Brigjen (Pol) Didik Purnomo Resmi Jadi Tersangka

Kamis, 02 Agustus 2012


Polri membebastugaskan tiga anggotanya yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek simulator kemudi kendaraan bermotor di Korps Lalu Lintas Polri tahun 2011. Ketiganya adalah Wakil Kepala Korlantas Brigadir Jenderal DP (Didik Purnomo), AKBP TR (Teddy Rusmawan), dan Kompol LGM (Legimo).

"Pada dasarnya, bapak-bapak yang menjadi tersangka tidak dibebani lagi dengan pelaksanaan tugas pokok dan tanggungjawabnya. TUgas mereka didelegasikan kepada staf satu tingkat lebih rendah. Itu sudah dilakukan Polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/78).

Boy mengatakan, pembebastugasan itu dilakukan agar para tersangka fokus menjalani pemeriksaan. Itu berlaku untuk tersangka yang ditetapkan Polri. Sementara tersangka yang ditetapkan KPK, yakni Gubernur Akademi Polisi Djoko Susilo, belum diberlakukan hal serupa.

"Yang di KPK belum. Karena kita belum dengar rencana pemeriksaan di sana," kata Boy.

Seperti diketahui, KPK juga menangani kasus ini dengan lebih dulu menjadikan Djoko tersangka. KPK juga menetapkan empat tersangka lain, yaitu orang yang sama dengan yang ditetapkan Polri: Didik, Teddy, Budi, dan Sukotjo. Boy mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK terkait kesamaan tersebut.

Adapun peranan para tersangka, yakni Didik sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Teddy sebagai Ketua Panitia Lelang, dan Legimo sebagai bendahara. Selain ketiganya, Polri menetapkan dua tersangka lain dari pihak pemenang tender, yakni Budi Santoso dan Sukotjo Bambang.

Sebelumnya, desakan untuk menon-aktifkan para tersangka datang dari berbagai pihak. Terutama untuk Djoko Susilo yang menjabat Gubernur Akademi Polisi. Namun, saat itu Polri menegaskan pihaknya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Continue Reading | komentar

Syarat dan Peraturan Tata Tertib Ujian Kompetensi Guru (UKG) Online 2012

Minggu, 29 Juli 2012

Pro kontra pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) online 2012 terus bergulir. Meski demikian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap menggelar UKG yang dimulai hari ini, Senin (30/7/2012). Pada hari pelaksanaannya, kegagalan terkoneksi dengan server terjadi di sejumlah daerah. UKG pun batal digelar.

Padahal, sebelumnya, Kemdikbud menyatakan tekad akan menggelar UKG dengan baik, aman, dan dijamin kerahasiaannya. Sebenarnya, bagaimana proses pelaksanaan UKG?

Berikut adalah proses UKG yang diperoleh dari Kompas.com dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

1. Dalam proses pelaksanaan ujian, semua soal diprogram dalam data enkripsi sehingga tidak dapat dibaca oleh umum kecuali oleh program komputer.

2. Guru peserta UKG mengerjakan ujian di lokasi UKG yang telah ditentukan dengan menunjukkan identitas KTP asli, fotocopy SK sertifikasi guru, dan foto copy sertifikat peserta sertifikasi guru, serta memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

3. Saat guru peserta sudah memasukkan nomor peserta, semua program komputer tidak berfungsi, kecuali program UKG online. Adapun, tombol yang berfungsi hanya A, B, C, D, dan anak panah atas-bawah (tombol lainnya tidak berfungsi).

4. Soal serta jawaban telah diacak sedemikian rupa oleh sistem komputer, dan jika tiba-tiba ada gangguan listrik padam, jawaban tidak akan hilang. Sementara, peserta dapat mengoreksi jawaban yang salah sepanjang waktunya masih tersedia.

5. Saat ujian berakhir, sistem komputer dirancang untuk meminta konfirmasi sebanyak dua kali, baru kemudian bisa mengakhiri ujian. Setelah tombol selesai, maka jumlah soal yang benar dan salah dapat langsung ditampilkan.

Sistem pemrogram komputer untuk UKG diklaim lebih aman karena dikembangkan mandiri oleh Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud.
Continue Reading | komentar
 
Copyright © 2011. CS3 Nations . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger